Kamis, 22 Maret 2012

Pembelajaran Berbasis Masalah

Sejak manusia pertama ada di bumi ini,  ada bentuk pembelajaran berbasis masalah sebagai pembelajaran manusia dalam menangani masalah dasar diantaranya masalah untuk bertahan hidup, menemukan makanan, tempat tinggal, dan melindungi diri terhadap musuh. Barrows (1980) mendefinisikan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Leaning/PBL) sebagai: “Pembelajaran yang dihasilkan dari proses kerja terhadap pemahaman kedalaman masalah. Masalah diperoleh dari apa yang ditemui pertama dalam proses pembelajaran”. Pembelajaran berbasis masalah merupakan bagian dari pergeseran dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran (Barr dan Tagg, 1995). Fokusnya adalah pada apa yang dipelajari siswa bukan apa yang sedang diajarkan guru (Lloyd-Jones, Margeston dan Bligh, 1998).

Rabu, 11 Januari 2012

Pembelajaran Berbasis Keterampilan Proses

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia abad 21, pembelajaran harus mengacu pada konsep belajar yang dicanangkan oleh UNESCO dalam wujud empat pilar pendidikan (“the four pillars of education” ) yaitu : belajar untuk mengetahui (“learning to know”), belajar melakukan sesuatu (“learning to do”), belajar menjadi diri sendiri (“learning to be”), dan belajar hidup bersama (“learning to life together”) sebagai dasar untuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan orang lain dalam keseluruhan aktivitas kehidupan manusia.

Jumat, 07 Oktober 2011

Keterampilan Proses Sains

A. Pengertian
Keterampilan proses sains adalah pendekatan yang didasarkan pada anggapan bahwa sains itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah. Dalam  pembelajaran sains, proses ilmiah tersebut harus dikembangkan pada siswa sebagai pengalaman yang bermakna. Bagaimanapun pemahaman konsep sains tidak hanya mengutamakan hasil (produk) saja, tetapi proses untuk mendapatkan konsep tersebut juga sangat penting dalam membangun pengetahuan siswa. Keterampilan ilmiah dan sikap ilmiah memiliki peran yang penting dalam menemukan konsep sains. Siswa dapat  membangun gagasan baru sewaktu mereka berinteraksi dengan suatu gejala. Pembentukan gagasan dan pengetahuan siswa ini tidak hanya bergantung pada karakteristik objek, tetapi juga bergantung pada bagaimana siswa memahami objek atau memproses informasi sehingga diperoleh dan dibangun suatu gagasan baru.

Selasa, 26 Juli 2011

Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament

Teams-Games-Tournament (TGT),  pada mulanya dikembangkan oleh David DeVries dan Keith Edwards. Dalam model ini, para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat sampai lima orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya diadakan turnamen, di mana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya. TGT menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual (Robert E. Slavin, 2008).

Jumat, 22 Juli 2011

Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keberagaman, dan pengembangan sosial. Berdasarkan hasil penelitian Slavin (1994) menunjukkan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif. Dari hasil penelitian Lundgren (1994), menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang amat positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya.

Selasa, 21 Juni 2011

Tipe-Tipe Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa pendekatan yang lebih dikenal dengan tipe-tipe pembelajaran kooperatif. Menurut Arends (2001), terdapat empat tipe pembelajaran kooperatif yaitu: 1) Student Teams Achievement Division (STAD), 2) Investigasi Kelompok, 3)  Pendekatan Struktural, 4) Jigsaw. Masing-masing tipe dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut:

Sabtu, 18 Juni 2011

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang didasarkan faham konstruktivis yang berpandangan bahwa anak-anak diberi kesempatan agar menggunakan secara sadar strateginya sendiri dalam belajar, sedangkan guru membimbing siswa ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi (Slavin, 1994; Abruscato, 1999). Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang melibatkan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.