Jumat, 07 Oktober 2011

Keterampilan Proses Sains

A. Pengertian
Keterampilan proses sains adalah pendekatan yang didasarkan pada anggapan bahwa sains itu terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah. Dalam  pembelajaran sains, proses ilmiah tersebut harus dikembangkan pada siswa sebagai pengalaman yang bermakna. Bagaimanapun pemahaman konsep sains tidak hanya mengutamakan hasil (produk) saja, tetapi proses untuk mendapatkan konsep tersebut juga sangat penting dalam membangun pengetahuan siswa. Keterampilan ilmiah dan sikap ilmiah memiliki peran yang penting dalam menemukan konsep sains. Siswa dapat  membangun gagasan baru sewaktu mereka berinteraksi dengan suatu gejala. Pembentukan gagasan dan pengetahuan siswa ini tidak hanya bergantung pada karakteristik objek, tetapi juga bergantung pada bagaimana siswa memahami objek atau memproses informasi sehingga diperoleh dan dibangun suatu gagasan baru.
Ada tiga dimensi ilmiah yang sangat penting dalam mengajarkan sains. Yang pertama adalah isi dari sains yaitu konsep dasar dan pengetahuan ilmiah. Dimensi ilmiah yang pertama ini adalah yang kebanyakan dipikirkan orang.  Dua dimensi ilmiah penting lain di samping pengetahuan ilmiah adalah proses ilmiah dan sikap ilmiah.  Proses ilmiah adalah bagaimana ilmuwan melakukan proses dalam mendapatkan sains, sedangkan sikap ilmiah adalah bagaimana para ilmuwan bersikap ketika melakukan proses dalam mendapatkan sains tersebut. Sains adalah upaya untuk mempelajari, merumuskan permasalahan,  dan menemukan jawaban tentang berbagai gejala alam. Oleh karena itu, maka keterampilan proses yang sama seperti yang dimiliki ilmuwan harus kita miliki dalam memecahkan berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari. Ketika kita mengajar siswa untuk menggunakan keterampilan proses dalam memahami sains, kita juga mengajarkan pada mereka keterampilan yang akan mereka gunakan dalam masa depan di setiap area kehidupan mereka.

 B. Enam Dasar Keterampilan Proses Sains
Ada enam dasar keterampilan proses sains.
  1. Pengamatan (Observation)
  2. Komunikasi (Communication)
  3. Pengelompokan (Classification)
  4. Pengukuran (Measurement)
  5. Kesimpulan (Inference)
  6. Ramalan (Prediction)
Keterampilan dasar tersebut terintegrasi serentak ketika ilmuwan merancang dan melaksanakan eksperimen atau dalam kehidupan sehari-hari ketika kita semua melakukan tes percobaan. Enam keterampilan dasar tersebut sangat penting baik secara individu maupun ketika berkelompok. Enam keterampilan dasar dapat digunakan dalam urutan peningkatan kemampuan, meskipun mungkin siswa termuda akan menggunakan semua keterampilan secara bersama di berbagai waktu. Dalam tahap awal siswa akan menghabiskan lebih besar waktunya menggunakan keterampilan seperti observasi dan komunikasi. Dengan bertambahnya usia mereka akan mulai menghabiskan lebih banyak waktunya menggunakan keterampilan inferensi dan prediksi. Klasifikasi dan pengukuran cenderung digunakan di seluruh tingkatan kelas secara lebih merata.  Klasifikasi dan pengukuran perlu diperkenalkan kepada anak-anak secara bertahap dari waktu ke waktu, karena ada perbedaan dalam melakukan pengelompokan, kompleksitasnya, metode dan sistem pengukurannya. Mengembangkan kemampuan untuk merancang semakin ditekankan seiring bertambahnya tingkat kelas. Mengintegrasikan dasar keterampilan proses secara bersama meliputi: menciptakan hipotesis, mengidentifikasi dan memanipulasi variabel dalam percobaan sederhana, dilatihkan kepada siswa secara bertahap Pada tingkat ini, para siswa mulai untuk benar-benar bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah mereka sendiri. Selanjutnya merancang percobaan dan menganalisis data eksperimen akan fokus pada penggunaan keterampilan proses sains terpadu dalam merancang eksperimen dan mencapai kesimpulan.

C. Sains dimulai dari pengamatan
Mengamati adalah keterampilan proses sains yang paling awal. Kita mengamati benda-benda dan peristiwa menggunakan semua panca indera kita, yang berarti kita belajar tentang dunia di sekitar kita. Kemampuan untuk membuat pengamatan yang baik sangat penting untuk perkembangan keterampilan proses sains lainnya, yaitu: berkomunikasi, mengklasifikasi, mengukur, menyimpulkan, dan memprediksi. Pengamatan sederhana dibuat hanya menggunakan indera, yang biasanya menghasilkan pengamatan kualitatif (misalnya: daun berwarna hijau, nula lilin  lemah,dll). Pengamatan yang melibatkan angka atau kuantitas adalah pengamatan kuantitatif misalnya: massa satu daun adalah lima gram, jumlah daun bergerombol dalam kelompok adalah lima). Pengamatan kuantitatif memberikan informasi yang lebih tepat dibandingkan informasi dari indera kita saja. Tidak mengherankan, jika siswa terutama yang masih kecil, membutuhkan bantuan untuk membuat pengamatan yang baik.
Pengamatan baik jika hasil pengamatan rinci dan akurat. Siswa harus diminta untuk mendeskripsikan pengamatan berupa tulisan atau gambar selengkap mungkin. Informasi hasil pengamatan siswa harus dibuat dengan penuh rincian karena akan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep yang sedang dipelajari. Jika siswa mengamati dengan panca indera mereka atau dengan instrumen, kita dapat membimbing mereka agar membuat deskripsi lebih baik dan lebih rinci. Kita dapat melakukan ini dengan mendengarkan pengamatan awal siswa dan kemudian mendorong mereka untuk menjelaskan. Misalnya, jika seorang siswa menjelaskan apa yang dia lihat, mereka mungkin hanya menggambarkan warna suatu objek tetapi tidak ukuran atau bentuknya. Seorang siswa mungkin menggambarkan volume suara namun tidak pitch atau iramanya. Kita dapat mendorong siswa untuk menambahkan rincian deskripsi mereka dan tidak hanya dari lima indera yang mereka gunakan.

D. Pengamatan, Komunikasi, dan Pengukuran
Komunikasi adalah keterampilan proses sains yang ke dua, bergandengan dengan pengamatan. Siswa harus berkomunikasi dalam rangka membagikan hasil pengamatan kepada orang lain, dan komunikasi harus jelas dan efektif agar orang lain dapat memahami informasi tersebut. Salah satu kunci untuk berkomunikasi efektif adalah dengan menggunakan rujukan  (referensi).
Kita mungkin mengatakan langit
biru, rumput hijau, atau lemon kuning untuk menggambarkan nuansa biru, hijau, atau kuning. Idenya adalah untuk berkomunikasi menggunakan deskripsi kata-kata yang baik untuk berbagi pemahaman dengan orang-orang pada umumnya. Tanpa rujukan, kita telah membuka pintu kesalahpahaman. Jika kita hanya mengatakan panas atau kasar, mungkin pendengar mempunyai gagasan yang berbeda tentang bagaimana panas atau kasar. Jika siswa mencoba untuk menjelaskan ukuran diameter kelereng mereka mungkin menggunakan ukuran sepatunya sebagai suatu rujukan. Diameter kelereng bisa lebih besar atau lebih kecil dari sepatu siswa tersebut.
Proses tambahan keterampilan mengukur menjadi kasus khusus dari mengamati dan berkomunikasi. Ketika kita mengukur beberapa benda, kita membandingkan benda tersebut untuk didefinisikan dengan rujukan yang disebut satuan. Sebuah informasi hasil pengukuran berisi dua bagian yaitu angka untuk memberitahu berapa banyak, dan nama satuan untuk memberitahu kita berapa banyak dengan rujukan apa. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan mereka secara lisan, secara tertulis, atau dengan gambar. menggambar. Metode lain untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan yang sering digunakan adalah grafik, diagram, peta, dan demonstrasi visual.

E. Pengelompokan
Siswa di kelas-kelas awal diharapkan dapat memilah benda-benda atau fenomena ke dalam kelompok berdasarkan pengamatan mereka. Pengelompokan obyek atau peristiwa adalah cara memilah objek berdasarkan kesamaan, perbedaan, dan hubungan. Ini merupakan langkah penting menuju pemahaman yang lebih baik tentang objek yang berbeda dari gejala alam.
Ada beberapa metode yang berbeda dalam melakukan klasifikasi. Metode yang paling sederhana adalah klasifikasi serial. Objek ditempatkan dalam urutan peringkat didasarkan pada beberapa persyaratan, misalnya siswa dikelompokkan berdasarkan tingginya. Dua metode lainnya  adalah klasifikasi biner dan klasifikasi bertingkat. Dalam sistem klasifikasi biner, satu set objek yang sederhana dibagi menjadi dua himpunan bagian. Hal ini biasanya dilakukan atas dasar apakah setiap objek memiliki atau tidak memiliki syarat tertentu. Misalnya, hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu hewan dengan tulang punggung dan hewan dengan tanpa  tulang punggung. Sebuah klasifikasi biner juga dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu persyaratan. Objek dalam satu kelompok harus memiliki semua sifat-sifat yang diperlukan, jika tidak mereka akan menjadi milik kelompok lain.

F. Kesimpulan dan Ramalan
Tidak seperti pengamatan yang buktinya langsung terkumpul di sekitar obyek, kesimpulan adalah penjelasan atau tafsiran (interpretasi) yang dibuat berdasarkan pengamatan. Ketika kita mampu membuat kesimpulan, menafsirkan dan menjelaskan peristiwa-peristiwa di sekitar kita, kita memiliki apresiasi yang lebih baik terhadap lingkungan di sekitar kita. Para ilmuwan mengemukakan hipotesis tentang mengapa suatu peristiwa dapat terjadi,  didasarkan pada kesimpulannya tentang hasil penyelidikan (investigasi). Siswa perlu diajarkan bagaimana membedakan antara pengamatan dan kesimpulan. Mereka harus mampu membedakan dengan bukti yang mereka kumpulkan mengenai alam antara pengamatan dengan  tafsiran mereka berdasarkan pengamatan atau kesimpulan.
K
ita dapat membantu siswa membuat perbedaan ini dengan terlebih dahulu mendorong mereka untuk mendeskripsikan pengamatan mereka menjadi rinci. Kemudian, dengan member pertanyaan-pertanyaan siswa tentang pengamatan mereka kita dapat mendorong siswa untuk berpikir tentang makna dari pengamatan. Berpikir untuk membuat kesimpulan dengan cara ini mengingatkan kita untuk mengkaitkan kesimpulan apa yang telah diamati dengan apa yang sudah diketahui dari pengalaman sebelumnya. Kita menggunakan pengalaman masa lalu untuk membantu menafsirkan hasil pengamatan.
Seringkali kesimpulan yang berbeda dapat
dibuat berdasarkan pengamatan yang sama. Kesimpulan kita juga bisa berubah seiring dengan hasil pengamatan tambahan. Pada umumnya kita lebih percaya diri tentang kesimpulan kita ketika pengamatan yang diperoleh cocok dengan pengalaman masa lalu. Kita juga lebih percaya diri tentang kesimpulan saat mengumpulkan lebih banyak bukti pendukung. Ketika siswa mencoba untuk membuat kesimpulan, mereka sering harus kembali dan membuat pengamatan tambahan agar menjadi lebih percaya diri dalam mengambil kesimpulan kesimpulan. Kadang-kadang membuat pengamatan tambahan akan memperkuat kesimpulan, tapi kadang-kadang informasi tambahan akan menyebabkan kita untuk memodifikasi atau bahkan menolak kesimpulan sebelumnya. Dalam ilmu pengetahuan, kesimpulan tentang bagaimana segala sesuatu bekerja secara terus menerus dibangun, diubah, dan bahkan ditolak berdasarkan pengamatan baru.
Membuat ramalan (prediksi) adalah membuat dugaan secara logis tentang hasil dari kejadian masa depan. Kemampuan untuk membuat ramalan tentang kejadian di masa depan memungkinkan kita untuk berhasil berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita. Ramalan ini didasarkan pada pengamatan yang baik dan kesimpulan yang dibuat tentang kejadian yang diamati. Seperti kesimpulan, ramalan didasarkan pada apa yang kita amati dan masa lalu kita sehingga mengalami model mental yang terbangun dari pengalaman-pengalaman. Jadi meramal tidak hanya sekedar menebak, tetapi harus  berdasarkan kesimpulan kita atau hipotesis tentang peristiwa yang memberi kita cara untuk menguji kesimpulan atau hipotesis. Jika ramalan tersebut ternyata benar, maka kita memiliki keyakinan lebih besar pada inferensi /hipotesis. Ini adalah dasar dari proses ilmiah yang digunakan oleh para ilmuwan yang bertanya dan menjawab pertanyaan dengan mengintegrasikan bersama-sama enam keterampilan ilmu dasar proses.

Singkatnya, keberhasilan dalam mengintegrasikan keterampilan proses sains dalam pelajaran di kelas dan penyelidikan (investigasi) lapangan akan membuat pembelajaran memberikan pengalaman yang lebih kaya dan lebih bermakna bagi siswa. Siswa akan belajar keterampilan sains serta isi sains, dan secara aktif terlibat dengan sains yang mereka pelajari , dan dengan demikian dapat mencapai pemahaman yang lebih dalam. Akhirnya, keterlibatan aktif dengan sains kemungkinan akan menyebabkan siswa menjadi lebih tertarik dan memiliki sikap lebih positif terhadap sains. 

20 komentar:

  1. untuk tambahan......dari artikel yang telah saya baca tentang Keefektifan model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains adalah sebagai berikut :
    Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains sebagai bentuk strategi pembelajaran, dalam implementasinya menuntut komitmen dari guru dan sekolah secara kelembagaan. Guru dituntut untuk mau belajar dan terus melakukan inovasi dalam praktik pembelajarannya. Model ini menuntut guru untuk berpikir positif dan berupaya mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa beraktivitas melakukan proses sains. Guru harus selalu menyediakan lembar kerja siswa yang dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam melakukan aktivitas belajar, dan ini membutuhkan komitmen guru akan panggilan tugas profesionalnya. Dari sisi sekolah sebagai sistem dimana proses pembelajaran dikembangkan guru, model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains membutuhkan kemampuan manajerial kelas yang baik dengan jumlah siswa yang akomodatif dan fasilitas belajar yang memadai.
    Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains sebagai bentuk strategi pembelajaran, dalam implementasinya menuntut komitmen dari guru dan sekolah secara kelembagaan. Guru dituntut untuk mau belajar dan terus melakukan inovasi dalam praktik pembelajarannya. Model ini menuntut guru untuk berpikir positif dan berupaya mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa beraktivitas melakukan proses sains. Guru harus selalu menyediakan lembar kerja siswa yang dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam melakukan aktivitas belajar, dan ini membutuhkan komitmen guru akan panggilan tugas profesionalnya. Dari sisi sekolah sebagai sistem dimana proses pembelajaran dikembangkan guru, model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains membutuhkan kemampuan manajerial kelas yang baik dengan jumlah siswa yang akomodatif dan fasilitas belajar yang memadai.

    BalasHapus
  2. Menurut saya, keterampilan dasar tersebut memang harus terintegrasi serentak ketika ilmuwan merancang dan melaksanakan eksperimen atau dalam kehidupan sehari-hari ketika kita semua melakukan tes percobaan. Enam keterampilan dasar tersebut sangat penting baik secara individu maupun ketika berkelompok. Enam keterampilan dasar dapat digunakan dalam urutan peningkatan kemampuan, meskipun mungkin siswa termuda akan menggunakan semua keterampilan secara bersama di berbagai waktu. Dalam tahap awal siswa akan menghabiskan lebih besar waktunya menggunakan keterampilan seperti observasi dan komunikasi. Dengan bertambahnya usia mereka akan mulai menghabiskan lebih banyak waktunya menggunakan keterampilan inferensi dan prediksi. Klasifikasi dan pengukuran cenderung digunakan di seluruh tingkatan kelas secara lebih merata. Klasifikasi dan pengukuran perlu diperkenalkan kepada anak-anak secara bertahap dari waktu ke waktu, karena ada perbedaan dalam melakukan pengelompokan, kompleksitasnya, metode dan sistem pengukurannya. Mengembangkan kemampuan untuk merancang semakin ditekankan seiring bertambahnya tingkat kelas. Mengintegrasikan dasar keterampilan proses secara bersama meliputi: menciptakan hipotesis, mengidentifikasi dan memanipulasi variabel dalam percobaan sederhana, dilatihkan kepada siswa secara bertahap Pada tingkat ini, para siswa mulai untuk benar-benar bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah mereka sendiri. Selanjutnya merancang percobaan dan menganalisis data eksperimen akan fokus pada penggunaan keterampilan proses sains terpadu dalam merancang eksperimen dan mencapai kesimpulan.

    BalasHapus
  3. Di dalam keterampilan proses sndiri melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif/ intelektual, manual dan sosial. keterampilan intelektual dan kognitif terlibat karena dengan melibatkan keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan, pengukuran, penyusun atau prakitan alat. Dengan keterampilan proses dimaksudkan bahwa mereka berinteraksi dengan sesamanya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar , misalnya mendiskusikan hasil pengamatan.
    Dalam beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Ketrampilan Proses Sain (KPS) merupakan aspek-aspek kegiatan intelektual yang biasa dilakukan oleh saintis dalam menyelesaikan masalah dan menentukan produk-produk sains. KPS merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada proses IPA. Juga KPS merupakan penjabaran dari metode ilmiah. Serta keterampilan proses mencakup keterampilan berpikir/ keterampilan intelektual yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siswa melalui proses belajar mengajar dikelas, yang dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang produk IPA.
    Keterampilan proses perlu dikembangkan untuk menanamkan sikap ilmiah pada siswa.


    Jadi Keterampilan Proses Sains (KPS) adalah kemampuan siswa untuk menerapkan metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan. KPS sangat penting bagi setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru/ mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki (Dahar, 1985:11).
    Namun tugas dan pertanyaan besar dalam benak kita adalah pengembangan pendidikan karakter yang tergolong dalam sikap iliah.....???
    Dan semua dimulai dari kita semua calon pendidik yang bermoral terpuji.

    BalasHapus
  4. KETERAMPILAN PROSES DASARSains dan pembelajaran sains tidak hanya sekedar pengetahuan yang bersifat ilmiah saja, melainkan terdapat dimensi-dimensi ilmiah penting yang menjadi bagian sains. Pertama, adalah muatan sains (content of science) yang berisi berbagai fakta, konsep, hukum, dan teori-teori. Dimensi inilah yang menjadi obyek kajian ilmiah manusia.Dimensi kedua sains adalah proses dalam melakukan aktivitas ilmiah dan sikap ilmiah dari aktivis sains. Proses dalam melakukan aktivitas-aktivitas yangterkait dengan sains biasa disebut dengan keterampilan proses sains (science proccess skills). Keterampilan proses inilah yang digunakan setiap ilmuwanketika mengerjakan aktivitas-aktivitas sains. Karena sains adalah tentangmengajukan pertanyaan dan mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, maka keterampilan ini dapat juga diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari ketika kita menemukan persoalan-persoalan keseharian dan kita harusmencari jawabannya. Jadi, mengajarkan keterampilan proses sains pada siswa samaartinya dengan mengajarkan keterampilan yang nantinya akan mereka gunakan dalamkehidupan keseharian mereka.

    BalasHapus
  5. Penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains secara riil
    mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar sains siswa, terutama dalam hal
    penguasaan keterampilan proses sains. Jika keterampilan proses sains diterima dan
    diakui sebagai kemampuan dasar hidup siswa terutama dalam membangun
    kemampuan belajar dan penciptaan diri, model pembelajaran yang dikembangkan ini
    dapat menjadi salah satu media bagi pengembangannya. Melalui proses
    pembelajaran yang mengitegrasikan keterampilan proses sains dalam suatu
    rangkaian proses pembelajaran, memungkinkan siswa memperoleh pengalaman
    belajar yang beragam dan relatif lebih bermakna. Dengan melakukan proses sains
    sebagaimana yang dilakukan oleh para saintis dalam penyelidikan ilmiahnya, para
    siswa dapat mengembangkan berbagai aspek kemampuan untuk belajar lebih lanjut,
    di samping mengembangkan berbagai sikap ilmiah yang standar.

    BalasHapus
  6. wow...amazing sodara-sodara, saya makin bingung dengan deretan kata dan rentetan kalimat yang ada.
    I jus wanna state that a model is not a certain instruction. it can adapt to material and student background. obviously, not only model is needed but also identifying and mastering matterial. therefore, let's study hard and be hard worker in order we'll not be deviate teacher. thank you..

    BalasHapus
  7. hehehe..."just" maksud saya
    Afni minta maaf deh..salah ketik

    BalasHapus
  8. "Keterampilan Proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori , untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi)".
    Keterampilan proses melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif/ intelektual, manual dan sosial. keterampilan intelektual dan kognitif terlibat karena dengan melibatkan keterampilan proses siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena mungkin mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan, pengukuran, penyusun atau prakitan alat. Dengan keterampilan proses dimaksudkan bahwa mereka berinteraksi dengan sesamanya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar , misalnya mendiskusikan hasil pengamatan.

    BalasHapus
  9. The Scientific Method
    Research Question: The research question is the single most important part of the scientific method. Every part of your project is done to answer this question. The research question is sometimes formed as a statement and is called the "Problem" or "Problem Statement."
    Hypothesis: The hypothesis is an "educated guess," formed as a statement, that you propose to be the answer to the research question. An educated guess is based on some prior knowledge.
    Experimental Design: Plan an experiment in which you can test your hypothesis.
    • Variables: The experiment will contain an element or elements that do not change (called controlled variables or dependent variables) and elements that will change (called manipulated variables or independent variables).
    • Control: The control is a particular sample that is treated the same as all the rest of the samples except that it is not exposed to manipulated variables.
    • Observation: When you interact with your experiment, you are using your senses to observe. Does it have a smell, make a noise have color, etc.?
    • Collect Data: As you observe your experiment, you will need to record the progress of your experiment. Data can be whatever you observe about your experiment that may or may not change during the time of the experimentation. Examples of data are values in pH, temperature, a measurement of growth, color, distance, etc.
    • Journal: All scientists keep a record of their observations in some form of a journal. The journal will begin with the date and time the experimentor collects the data. Sometimes data will include environmental values such as humidity, temperature, etc. Entries must be written clearly and with detail of description so that another scientist can read the journal, simulate the conditions of the experiment, and repeat the experiment exactly.
    • Data: The data are the values written down as the experiment progresses.

    BalasHapus
  10. Ada beberapa langkah yang harus dikuti jika ingin meningkatkan kemampuan bertanya sehingga dapat diperoleh umpan balik dan kemampuan berpikir konstrutivistik dalam proses pembelajaran. Sebelumnya diperlukan suatu ketertarikan untuk meningkatkan kebiasan bertanya. Membaca secara mendalam merupkan salah satu indikator akan ketertarikan terhadap suatu hal. Peningkatan pola pikir harus diupayakan dalam sebuah tindakan.

    Menurut Blosser (1973) bahwa ada beberapa saran dari setiap fase pembelajaran yang harus diikuti:

    1. Perencanaan dalam pembelajaran

    Menganalisis materi yang akan dilakukan untuk mencakup dan menetapkan pembelajaran untuk menggunakan pertanyaan tertutup atau pertanyaan terbuka
    Pra-rencana, beberapa kunci pertanyaan dibuat dalam rencana pembelajaran dan ide sementara ketika mereka bertanya selama di kelas.
    Membandingkan kunci pertanyaan dengan kategori pertanyaan dan mengidentifikasi setiap pertanyaan apakah bersifat terbuka atau tertutup dengan menggunakan sistem klasifikasi pertanyaan IPA.
    Jika didominasi oleh pertanyaan terttutp makan kita dapat memodifikasi kondisi tersebut dan menghasilkan pertanyaan terbuka yang masih relevan dan tetap bersifat objektif khususnya pada pembelajaran.
    Mengembangkan beberapa pendapat dan pertanyaan yang dapat digunakan agar siswa tetap memberikan respons dan menjelaskan jawaban mereka.
    2. Selama proses pembelajaran

    Jika anda tidak siap berusahalah untuk membangun kondisi atau atmosfer pembelajaran untuk mendorong interaksi siswa tentang pembelajaran dan partisispasi siswa.
    Berupaya untuk memberikan waktu untuk berhenti sejenak setelah mengajukan pertanyaan khususnya jika itu adalah pertanyaan terbuka. Waktu ini untuk memberikan umpan balik yang bersifat nonverbal pada siswa.
    Rekam beberapa pelajaran yang digunakan untuk menganalisa pertanyaan dan interaksi verbal.
    Gunakan kelompok diskusi kecil sehingga waktu dapat berjalan dengan baik dari total kelas. Mengatur kembali meja dan kursi jika kondisi tersebut memungkinkan.
    3. Setelah pembelajaran

    Gunakan rekaman tadi untuk mengidentifikasi jenis pertanyaan yang telah ditanyakan. Untuk menggambarkan seluruh pertanyaan tersebut kita dapat menggunakan sistem kategori pertanyaan untuk sains dalam mengidentifikasi pertanyaan. Rekam setiap tipe pertanyaan sesuai dengan lembar observasi.
    Ketika mendengarkan dan menganalisa rekaman, berusahalah untuk mengidentifikasi dan merekam khususnya mengenai: waktu yang anda gunakan untuk mengulang pertanyaan, waktu yang anda gunakan untuk mengulang respon siswa, waktu anda untuk meminta respon siswa dalam mengungkapkan tanggapannya dengan cara yang berbeda agar tetap sesuai pada tujuan pembelajaran, waktu yang anda gunakan untuk menjawab pertanyaan, waktu yang anda gunakan hanya pada satu siswa untuk merespon pertanyaan dari kemungkinan berbagai respon, waktu ketika anda berhenti dan tidak melakukan apa-apa.
    Berusaha untuk memaknai kebiasaaan yang terjadi diatas.
    Menggunakan sebelas dari kategori sistem analisis guru dalam bertanya. Dengarkan rekamanan tersebut dan berapa kali anda menggunakan setiap perlakuan tersebut

    BalasHapus
  11. Didalam proses ketermpilan ini sangat mndukung jika dalam ketrampilan tersebut di buat kelompok, akan membuat dari seseorang saling bekerja sama, dimna nantinya pada saat bekerja akan saling berkomunikasi dengan lancar karena dalam proses tersebut sangatlah dibutuhkan oleh suatu kelompok yang dibentuk.........

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. menanggapi postingan bapak rudi tentang keterampilan sains, keterampilan sains sangat dibutuhkan bagi peserta didik. di dalam keterampilan sains selain yang di atas, menurut buku karangan Muslimin Ibrahim, diperlukan keterampilan bertanya. bagi guru memakai pertanyaan dapat trjadi scara spontan dan sudah mnjadi kebiasaan, serta mungkin untuyk memotivasi berpikir siswa. pwnwlitian menunjukkan bahwa guru tidajk menyadari bahwa peningkatan mutu pertanyaan mereka dapat menghasilkn peningkatan pembelajaran bagi siwanya.dari pertanyaan maka siswa akan muncul hrumusan masalah dan dapat menimbulkan hipotesis, selain itu juga prediksi, tanpa kemampuan bertanya maka belajar mereka dengan pengamatan tidak bermakna. selain itu dengan siswa mampu bertanya akan memuncul rasa percaya diri pada mereka. sdangkan bagi guru dengan bertanya juga akan menciptakan pengalaman baru, di mana pengalaman baru sebagai pengalaman awal yang jika dihubungkan dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya akan meningkatkan inteligent siswa.

    BalasHapus
  14. menanggapi postingan bapak rudi tentang keterampilann sains, Penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains secara nyata
    mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar sains siswa, terutama dalam pemahaman tentang pendidikan sains itu sendiri.
    Siswa dapat mengkomunikasikan hasil pengamatan mereka secara lisan, secara tertulis, atau dengan gambar. menggambar. Metode lain untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan yang sering digunakan adalah grafik, diagram, peta, dan demonstrasi visual. sehingga siswa dapat memahaminya dari sudut pandang mereka masing-masing.

    BalasHapus
  15. , saya hanya ingin menambahkan saja tentang Komponen Penilaian Keterampilan Proses Sains dimana Metode ilmiah merupakan dasar dari pembentukan pengetahuan dalam sains. Metode ilmiah dapat diartikan sebagai cara untuk bertanya dan menjawab pertanyaan ilmiah dengan membuat obsevasi dan melakukan eksperimen. Menurut Hess (2007), terdapat enam langkah-langkah metode ilmiah, yaitu:
    1. Mengajukan pertanyaan atau merumuskan masalah
    2. Membuat latar belakang penelitian atau melakukan observasi
    3. Menyusun hipotesis
    4. Menguji hipotesis melalui percobaan
    5. Menganalisa data dan membuat kesimpulan
    6. Mengkomunikasikan hasil

    Dalam pembelajaran sains, keenam langkah-langkah metode ilmiah tersebut dikembangkan dan dijabarkan menjadi sebuah keterampilan proses sains yang dapat diajarkan dan dilatihkan kepada siswa. Menurut Wetzel (2008), keterampilan proses sains merupakan dasar dari pemecahan masalah dalam sains dan metode ilmiah. Keterampilan proses sains dikelompokkan menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu.

    BalasHapus
  16. Model pembelajaran ini sebagai bentuk strategi pembelajaran, dalam implementasinya menuntut komitmen dari guru dan sekolah secara kelembagaan. Guru dituntut untuk mau belajar dan terus melakukan inovasi dalam praktik pembelajarannya. Model ini menuntut guru untuk berpikir positif dan berupaya mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa beraktivitas melakukan proses sains. Guru menyediakan lembar kerja siswa yang dapat menjadi pedoman bagi siswa. Dari sisi sekolah sebagai sistem dimana proses pembelajaran dikembangkan guru, model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains membutuhkan fasilitas belajar yang memadai.keterampilan sains sangat dibutuhkan bagi peserta didik. di dalam keterampilan sains Penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains secara riil dan mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar sains siswa, terutama dalam hal penguasaan keterampilan proses sains. Jika keterampilan proses sains diterima dan diakui sebagai kemampuan dasar hidup siswa terutama dalam membangun
    kemampuan belajar siswa.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. model keterampilan proses sains sangatlah indah. keterampilan proses sains sebagai pendekatan dalam pembelajaran sangat penting karena menumbuhkan pengalaman selain proses belajar. Mengingat semakin banyaknya sekolah yang telah memiliki laboratorium Biologi, sehingga perlu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya prestasi hasil belajar kognitif yang didukung oleh keterampilan serta sikap dan prilaku yang baik. Oleh karena itu para guru hendaknya secara bertahap mulai bergerak melakukan penilaian hasil belajar dalam aspek keterampilan dan sikap

    BalasHapus
  19. ketrampilan proses sain sangat bagus apabila digunakan dalam pembelajaran karena, Kita dapat membantu siswa membuat perbedaan ini dengan terlebih dahulu mendorong mereka untuk mendeskripsikan pengamatan mereka menjadi rinci. Kemudian, dengan member pertanyaan-pertanyaan siswa tentang pengamatan mereka kita dapat mendorong siswa untuk berpikir tentang makna dari pengamatan. Berpikir untuk membuat kesimpulan dengan cara ini mengingatkan kita untuk mengkaitkan kesimpulan apa yang telah diamati dengan apa yang sudah diketahui dari pengalaman sebelumnya. Kita menggunakan pengalaman masa lalu untuk membantu menafsirkan hasil pengamatan.

    BalasHapus
  20. keenam keterampilan proses sains tersebut wajib di miliki siswa. kerena dalam fisika proses untuk memproleh sesuatu itu merupakan hal yang sangat penting. kita mengetahui karena tahu asalnya bukan instan langsung jadi. untuk saranya pembahasan setiap jenis ketrampilan proses secara rinci jadi tidak di gabung-gabung agar pembaca lebih memahami. selain 6 keterampilan proses sains itu masih ada keterampilan proses sains yang lain, itu bisa di tambahkan di postingan selanjutnya

    BalasHapus