Minggu, 16 Januari 2011

Ragam Model Pembelajaran Terpadu

Menurut Fogarty dalam bukunya How to Integrate the Curricula, ada 10 macam model pembelajaran terpadu, seperti : fragmented (penggalan), connected (keterhubungan), nested (sarang), sequenced (pengurutan), shared (irisan), webbed (jaring laba-laba), threaded (bergalur), integrated (terpadu), immersed (terbenam), dan networked (jaringan kerja). Model-model tersebut dapat diuraikan secara ringkas sebagai berikut:

1.      Fragmented (Penggalan)
Model Fragmented adalah model pembelajaran konvensional yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.
Kelemahan model ini adalah siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama, keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya.
Keunggulan model ini adalah guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran.

2.   Connected  (Keterhubungan)
Model Connected adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan topik yang lain, satu keterampilan dengan keteramilan yag lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkna ide-ide yang dipelajari pada satu semester berikutnya dalam satu bidang studi.
Keunggulan model ini adalah siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan juga siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
Kelemahan model ini adalah guru bidang studi mungkin kurang terdorong untuk menghubungkan konsep yang terkait karena sukarnya mengatur waktu untuk merundingkannya atau karena terfokus pada keterkaitan konsep, maka pembelajaran secara global jadi terabaikan.

3.      Nested (Sarang)
Model Nested adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada satu mata pelajaran saja. Tetapi materi pelajaran masih ditempatkan pada prioritas utama yang kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. Model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur.
Keunggulan model ini adalah kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang.
Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.

4.      Sequenced (Pengurutan)
Model Sequenced adalah model pembelajaran yang topik atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topik-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.
Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topik, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.
Kelemahan model ini adalah perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang ssatu dengan konsep yang lainnya.

5. Shared (Irisan)
Model shared adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu fokus pada konsep, keterampilan serta sikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi satu pelajaran saja.
Keunggulan model ini adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menjadi lebih mudah melakukannya. Misalnya dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.
Kelemahan model ini adalah untuk menyususn rencana model pembelajaran ini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstra untuk mendiskusikannya.

6.      Webbed (Jaring Laba-laba)
Model webbed adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Setelah tema disepakati, maka dikembangkan menjadi subtema dengan memperlihatkan keterkaitan dengan bidang studi lain. setelah itu dikembangkan berbagai aktivitas pembelajatran yang mendukung.
Keunggulan model ini adalah faktor motivasi berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Mereka dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan yang berbeda dan ide yang berbeda dapat saling berhubungan, kemudahan untuk lintas semester dalam KTSP sangat mendukung untuk dapat dilaksanakannya model pembelajaran ini.
Kelemahan model ini adalah kecenderungan untuk mengambil tema sangat dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa. Selain itu seringkali guru terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan. Perlu ada keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.

7.      Threaded (Bergalur)
Model Threaded adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti subyek materi. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajaran dicari bagian materi yang merupakan bagian dari problem solving. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuah bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang saling berkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpan tindih.
Keunggulan model ini adalah konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Nilai lebih dari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa yang mempunyai tingkat pemikiran superor dapat memiliki kekuatan transfer pada keterampilan hidup.
Kelemahan model ini adalah hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan secara eksplisit sehingga siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Guru perlu memahami keterampilan dan strategi yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.

8.      Integrated (Keterpaduan)
Model integrated adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi. Model ini diusahakan dengan cara menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih di dalam beberapa mata pelajaran. Untuk membuat tema, guru harus menyeleksi terlebih ahulu konsep dari beberapa mata pelajaran, selanjutnya dikaitkan dalam satu tema untuk memayungi beberapa mata pelajaran, dalam satu paket pembelajaran bertema.
Keunggulan model ini adalah siswa merasa senang dengan adanya keterkaitan dan hubungan timbal balik antar berbagai disiplin ilmu, memperluas wawasan dan apresiasi guru, jika dapat diterapkan dengan baik maka dapat dijadikan model pembelajaran yang ideal di lingkungan sekolah “integrated day” 
Kelemahan model ini adalah sulit mencari keterkaitan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya, juga mencari keterkaitan aspek keterampilan yang terkait. Dibutuhkan banyak waktu pada beberapa mata pelajaran untuk didiskusikan guna mencari keterkaitan dan mencari tema.

9.      Immersed (Terbenam)
Model immersed adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMA dalam bentuk proyek di akhir semester.
Keunggulan model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Mata pelajaran menjadi lebih terfokus dan siswa akan selalu mencari tahu apa yang menjadi pertanyaan baginya, sehingga pengalamannya menjadi lebih luas. Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMA. Bagi siswa kelas 4 SD model ini dapat dilaksanakan pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawat terbang yang seimbang lalu dipamerkan.
Kelemahan model ini adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan utnuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar. Guru perlu waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswa yang tersususn secara baik dan terencana sebelumnya.

10. Networked (Jaringan Kerja)
Model networked adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya.
Keunggulan model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sararannya. Hal ini umumnya muncul secara tidak sengaja selama proses pembelajaran di kelas sedang berlangsung.
Kelemahan model ini adalah kemungkinan motivasi siswa akan berubah sehingga kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.

20 komentar:

  1. maksih ya pak...ne termasuk matkul saya...hehe.terbantu
    _yanuar_sains09_

    BalasHapus
  2. Ya semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi yang membutuhkannya.

    BalasHapus
  3. bapak, ini kan yang telah saya pelajari dari buku yang sesuai dikembangkan di Indonesia yaitu connected, webbed dan integrated.
    nah sekarang saya lebih tau apa model keterpaduan yang lain.
    tetapi saya bingung "apa perbedaan dari connected dan shared secara spesifiknya pak?"

    disini disebutkan bahwa apabila connected kan keterpaduan antar topik, berarti itu untuk 1 mata pelajaran ya pak?
    dan yang shared itu kan untuk 2 mata pelajaran, berarti yang integrated untuk yang lebih dari 2 ya pak?
    terima kasih pak

    BalasHapus
  4. Rizka, dari gambarnya saja kita bisa mendapatkan gambarannya. conected itu hanya disinggolkan saja sehingga bidang yang satu materinya lebih sedikit dari bidang yang lainnya sementara itu shared diiriskan jadi hampir seimbang cakupan materi bidang yang satu dengan materi bidang yang lainnya..

    BalasHapus
  5. bapak, pada semester 3 kita sudah mempelajari model keterpaduan IPA yaitu connected, webbed,dan integreded. saya kurang mengerti tentang perbedaan integrated dan webbed.
    pak apakah pada integrated itu materi yang dipadukan maksimal 4?

    BalasHapus
  6. . Pak rudy ...
    . apakah yang dimaksud dengan pendekatan tematik dalam pembelajaran terpadu webbed...
    . mohon dijelaskan lagi, saya kurang mengerti pak?

    BalasHapus
  7. bapak bagaimana cara menerapkan model pembelajaran sequnced?

    BalasHapus
  8. Webbed lebih dikenal orang dengan pembelajaran tematik,jadi tema sentral dan tema-tema pendukungnya menjadi pijakan utama kita dalam memadukan berbagai bidang kajian.
    Integreted adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai bidang kajian, sehingga materi dari bidang-bidang yang dipadukan sudah melebur. Sebenarnya untuk IPA, model ini sangat ideal tapi sulit menerapkannya. Anda tentu pernah menjumpai soal IPA terpadu pada waktu mengikuti SNMPTN, begitulah gambarannya. bacaan yang disajikan benar-benar telah didukung oleh berbagai bidang kajian.
    Sequenced (pengurutan), implementasinya adalah masing-masing bidang (guru bidang studi)mengurutkan topik materi yang akan diajarkan sehingga penyajian materi mada masing-masing bidang tersebut saling terkait. jadi pengajarnya tetap guru bidang studi masing-masing (diajarkan secara paralel), tetapi materi yang disajikan saling terkait.

    BalasHapus
  9. Di Indonesia, model integrated ini merupakan salah satu model pembelajaran IPA Terpadu yag sering digunakan.
    Bapak,saya pernah membaca bahwa model integrated itu bisa menghasilkan SK dan KD baru dalam pembelajaran. Mengapa bisa demikian,mohon dijelaskan...

    BalasHapus
  10. jadi disini perbedaannya terletak pada komposisi materinya pak tidak dari segi jumlah mata pelajaran yang di gabungkan?
    menurut buku yang saya baca connected itu untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, dsb, "intinya : memadukan konsep dalam 1 mata pelajaran"
    nah, saya bingung pak..
    berarti yang connected itu ada mata pelajaran yang dominan?

    BalasHapus
  11. Rizka, Conected itu masih berpegang pada bidang utama (mapel utama). Misalkan kita akan menyampaikan topik "Panas" di bidang fisika yang dalam pembahasan tersebut ada subtopik "global warming". Nah ketika kita membahas "global warming" tersebut, kita tentu akan membahas penyebabnya diantaranya polusi, kerusakan hutan dsb yang kita conectedkan dengan pembahasan utam. namun demikian kita masih mengajar dalam bidang fisika.
    Nurul, idealnya kurikulum itu dikembangkan oleh satuan pendidikan masing-masing sehingga mungkin saja muncul SK-KD baru. Masalahnya SK-KD yang ada itu harus dilaksanakan karena sebagai standar minimal yang harus dicapai. Kalau kita dapat mengembangkan SK-KD baru tanpa mengabaikan SK-KD seperti standar yang sudah ditetapkan (standar isi)tentunya sangat diharapkan.

    BalasHapus
  12. pak,,mau tanya,,,
    apabila saya mengambil tema cahaya, kemudian sub temanya gelombang cahaya dan manfaat cahaya pada proses fotosintesis,,, apa itu dapat dikatakan sebagai model tematik?

    BalasHapus
  13. yang bisa diterapkan hanya ada 3 model, conneected, webbed, dan integrated...
    yang lain hampir sama secara struktur dan pengertian yaitu mempunyai "goal" pembelajaran yang inkuiri dan "meeaningful"

    BalasHapus
  14. thank you sir, are very helpful in integrated science courses this semester ...
    but there is little difference in gambartentang connected model, the new one is drawing a large circle in the middle as the main subject, while the additional subject is described as a small circle that is offensive (not INTERSECT) another circle

    BalasHapus
  15. Pak, bisa diberikan contoh untuk masing-masing model pembelajaran ipa terpadu, kalau diterapkan dalam SK KD mata pelajaran ipa? materi yang berkaitan antara fisika, kimia dan biologi.

    BalasHapus
  16. Pak, artikel ini sangat membantu memahami tentang model keterpaduan yang saya pelajari, akan tetapi saya masih bingung karena dari 10 model tersebut, kebanyakan dosen bilang yang biasa digunakan hanya 3(connected,webbed,dan integrated)kenapa bisa demikian? lalu penerapan model keterpaduan ini sendiri di lapangan apakah sudah dilaksanakan?kalau begitu bagaimana dengan KD-KD yang tidak tidak bisa digabungkan??terimakasih pak, mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  17. saya sangat tertarik dengan postingan bapak yang ini, karena ada dalam matkul saya yaitu pembelajaran sains..

    begini pak, yang umum digunakan adalah tipe connected, webbed, dan integrated. .sudah 2 semester ini saya mempelajari itu...tetapi sampai sekarang saya masih bingung dengan tipe integrated...dalam postingan bapak sudah mewakili yang apa saya bingungkan, walaupun belum semuanya sudah jelas...

    dalam kenyataannya di lapangan masih belum terpadu bapak, di SMP masih terpisah pelajarannya, fisika,bio dan kimia hanya saja gurunya yang sudah menjadi team teaching....

    menurut bapak bagaimana? selama ini kita sudah membuat rpp yang terpadu, terus bagaimana jika nanti kita mengajar di sekolah yang belum terpadu?

    terima kasih...:)

    BalasHapus
  18. Bapak, yang ingin saya tanyakan adalah mengapa kami mahasiswa sains hanya dikenalkan pada model pembelajaran connected, webbed, dan integrated saja?
    apa alasan mengapa jarang sekali digunakan model pembelajaran terpadu selain ketiga model tersebut?

    BalasHapus
  19. Saya sangat tertarik dengan postingan ini dan sangat membantu untuk saya gunakan sebagai referensi dalam mata kuliah pembelajaran sains 2...
    Dalam postingan ini ditunjukkan 10 macam model keterpaduan menurut Fogarty, tetapi selama ini hanya di perkenalkan 3 model yakni Connected yang menimbulkan konsep baru, Webbed yang menimbulkan tema baru dan Integrated yang berasal dari konsep yang saling tumpang tindih sehingga menimbulkan konsep baru..
    yang ingin saya tanyakan itu apa perbedaan antara konsep dengan tema? karena selama ini belum ada pembeda secara khusus di antara keduanya seringkali itu dianggap sama padahal berbeda.. Mohon penjelasannya bapak supaya tidak bingung lagi.. Terima kasih..

    BalasHapus
  20. Bapak memilih artikel yg lengkap,. tiap model diberi keunggulan dan kelemahan, jadi bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika kita akan menggunakan model pembelajaran tersebut.. untuk tambahan saja, dalam http://suaidinmath.wordpress.com/2011/09/26/pelaksanaan-model-pembelajaran-terpadu-di-sekolah-madrasah/
    Secara teknis tahap-tahap kegiatan dalam mengembangkan silabus model pembelajaran
    terpadu dapat dilakukan melalui tahap kegiatan sebagai berikut:
    a. Pemetaan kompetensi dasar; yaitu menganalisis kompetensi dasar dari setiap mata
    pelajaran pada kelas dan semester yang sama.
    b. Merumuskan indikator; yaitu menetapkan sejumlah ciri atau tanda yang
    menggambarkan rumusan kualifikasi kemampuan belajar yang spesifik dari setiap
    kompetensi dasar (KD).
    c. Menetapkan tema; yaitu membuat tema atau topik yang akan mempersatukan setiap
    kompetensi dasar yang diintegrasikan.
    d. Dalam menentukan tema harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain, tema
    harus menarik perhatian siswa, sesuai dengan tingkat kemampuan berfikir (frame
    work) siswa, sesuai dengan minat siswa, tema diusahakan agar disesuaikan dengan
    masalah, situasi dan kondisi di daerah (currently).

    BalasHapus