Rabu, 22 Desember 2010

Hakikat dan Fungsi Ilmu Pengetahuan Alam

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam 
     Menurut pendapat dari Nash, L.K. dalam bukunya ‘The Nature of Natural Science’. Ia mengatakan bahwa IPA itu dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu, dalam hal ini adalah dunia. Cara memandang IPA bersifat analitis, ia melihat sesuatu secara lengkap dan cermat serta dihubungkannya dengan objek yang diamati itu. IPA dipandang sebagai suatu pola pikir logis dan seragam. Lalu apa dan bagaimana pola pikir logis dan seragam itu yang tak lain adalah metode ilmiah. 
     Sebuah buku karangan J.D. Bernal yang berjudul ‘Science in History’. Di dalam isi buku tersebut, Bernal menyarankan untuk dapat memahami sains atau IPA haruslah melalui pemahaman dari berbagai segi atau aspek dari IPA itu. Ia menonjolkan adanya lima  aspek yaitu IPA dapat dipandang:
  • Sebagai suatu institusi,
  • Sebagai suatu metode,
  • Sebagai suatu kumpulan pengetahuan,
  • Sebagai suatu faktor utama dalam memelihara dan mengembangkan produksi,
  • Sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap manusia terhadap alam semesta.
     Sidney Morgenbesser dalam buku yang berjudul ‘Philosophy of Science Today membahas tentang ‘The Nature and Aims of Science’ yang dikarang oleh Ernest Nagel. Menurut Nagel, IPA dapat dilihat dari tiga aspek. Secara singkat ketiga aspek itu adalah sebagai berikut:
  • Aspek tujuan, IPA adalah sebagai alat untuk menguasai alam, dan untuk memberikan sumbangan kepada kesejahteraan umat manusia.
  • IPA dapat dilihat sebagai suatu pengetahuan yang sistematik dan tangguh dalam arti merupakan suatu hasil atau kesimpulan yang didapat dari berbagai peristiwa.
  • Aspek ketiga adalah bahwa sains dapat dilihat sebagai suatu metode.
     Ada satu buku lagi yang juga menjawab pertanyaan “what is science?”, yaitu yang berjudul ‘UNESCO Handbook for Science Teachers’ yang diterbitkan oleh UNESCO Paris. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa “Science is what scientists do, maksudnya, pertama adalah mengumpulkan pengetahuan ilmiah sehingga menjadi ‘body of scientific knowledge’ dan yang kedua adalah suatu proses untuk mendapatkan ‘scientific knowledge’ itu.
  
Fungsi Ilmu Pengetahuan Alam
      Untuk mengenal apa IPA itu, kita juga dapat menjelaskan melalui segi fungsinya. Dari berbagai pustaka dapat dirangkum bahwa fungsi IPA itu ada lima, yaitu untuk: 

A. Membangun pola berpikir
     Dapat kita simak dari fakta sejarah, bagaimana IPA terbagun dari pola berpikir manusia yang berkembang dari zaman ke zaman. Di sisi lain, IPA itu sendiri juga dapat membangun pola berpikir manusia dengan ciri-ciri khusus. 

B.  Menjelaskan adanya hubungan antara berbagai gejala alam
     Dalam menjelaskan sesuatu, IPA mempunyai ciri-ciri yang khusus, yaitu :
  1. Analitis, artinya lengkap mendeskripsikan semua bagian dari objek penelitiannya, serta hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya.
  2. Logis, artinya dapat diterima oleh akal.
  3. Sistematis, artinya disusun secara logis dan sistematis sehingga tampak jelas tata urutan serta hubungan satu dengan yang lain dan jelas pula bahwa tidak ada kebenaran ilmu pengetahuan yang bertumpang tindih dalam arti berlawanan satu dengan yang lain.
  4. Kausatif, maksudnya IPA menjelaskan mengapa segala gejala alam itu terjadi.
  5. Kuantitatif, yang meliputi tiga arti:
  • Kesimpulan yang diuji kebenarannya melalui statistika,
  • Penjelasannya disertai dengan angka-angka dengan besaran hasil pengukuran atau dengan rumusan-rumusan matematika,
  • Kuantitatif dalam artiannya yang tak langsung menyatakan kecermatan pengukuran.
     Menurut Carl Hempel ada dua tujuan IPA dalam menjelaskan berbagai gejala alam ini, yaitu:
  • Untuk hal yang bersifat praktis, maksudnya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  • Untuk memenuhi hasrat ingin tahu.
C. Meramalkan
     Peramalan dari IPA ini adalah peramalan yang didasarkan atas adanya konsistensi atau keteraturan dari gejala-gejala alam. Kunci pokok dari sesuatu yang dapat digunakan untuk meramalkan itu adalah adanya keteraturan yang konsisten.

D. Menguasai atau mengontrol alam guna kesejahteraan manusia
     Dengan IPA orang bisa mengolah sumber daya alam. Orang juga dapat mendirikan industri-industri untuk menghasilkan barang-barang bagi kesejahteraan manusia. Dengan IPA orang dapat mempermudah hubungan komunikasi maupun transportasi. Dengan IPA orang dapat mencegah atau menghindari malapetaka akibat gejala alam.

E. Melestarikan berbagai gejala alam
     Suatu gejala alam mungkin sekali tak terulang kejadiannya sehingga IPA dalam hal ini selaku kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis secara tak langsung merekam gejala-gejala alam, misalnya kehadiran komet, pergeseran benua, perubahan flora dan fauna.

8 komentar:

  1. Benar sekali uraian mengenai hakekat dan fungsi ilmu pengetahuan pada artikel diatas, Pada dasarnya manusia ingin tahu lebih banyak tentang IPA atau Sains, antara lain sifat sains, model sains, dan filsafat sains. Pada saat setiap orang mengakui pentingnya sains dipelajari dan dipahami, tidak semua masyarakat mendukung. Pada umumnya siswa merasa bahwa sains sulit, dan untuk mempelajari sains harus mempunyai kemampuan memadai seperti bila akan menjadi seorang ilmuan. Ada tiga alasan perlunya memahami sains antara lain, pertama bahwa kita membutuhkan lebih banyak ilmuan yang baik, kedua untuk mendapatkan penghasilan, ketiga karena tiap kurikulum menuntut untuk mempelajari sains. Mendefinisikan sains secara sederhana, singkat dan yang dapat diterima secara universal sangat sulit dibandingkan dengan mendefinisikan ilmu-ilmu lain

    BalasHapus
  2. memang benar sekali, ilmu alam sangat diperlukan bagi peserta didik sejak dini. salah satunya agar siswa dapat berfikir secara ilmiah. seperti yang dikatakan mbak Uswatun Chasanah, tidak semua masyarakat mengakui bahwa mempelajari sains sangat sulit. Lalu, bagaimanakah cara menarik minat siswa agar tertarik untuk mempelajari sains dan juga agar yang dipelajari siswa tersebut dapat bermakna sampai kapanpun?

    BalasHapus
  3. sy trtarik utk pmbicaraan ini, Sains mrupakan 1 inovasi utk mnuju pmikiran mnyeluruh dr stiap pebelajarnya..
    hal ini dpt mmbantu mngembangkan pmikiran siswa pd dwasa ini.
    @ novita : mnurut pndapat sy, cra plg efektif utk mnarik minat siswa dlm sains adlh mmbawa siswa pada kondisi dmn fenomena sains dpt terealisasikan..shg dpt brmkna & msk ke long therm memory siswa..

    BalasHapus
  4. Teman-teman pasti sudah paham tentang hakekat mempelajari IPA.. maka dari tidak ada yang dirugikan jika kita mempelajari ipa. Malah kita dapat berinteraksi dengan alam dan mengaitkan fenomena alam yang ada dengan konsep yang telah kita miliki. Sehingga ketika kita merasa takjub dengan fenomena alam yang ada kita dapat mengkajji dan menelaahnya sebab kita sudah terlatih untuk bersikap dan berpikir sains. Kita terbiasa untuk berpiir secara kritis dan tidak langsung menerima begitu saja melainkan kita berusaha untuk mengkaji lebih dalam lagi.

    BalasHapus
  5. Sebelum mempelajari IPA kita harus mengetahui hakekat mempelajari IPA agar kita dapat belajar dengan benar. Belajar IPA sangat penting diterapkan karena belajar IPA bersifat autentik yaitu menghubungkan ilmu akademik dengan kehidupan sehari-hari serta dapat melatih kita berfikir secara kritis. Dalam blog ini dijelaskan tentang hakekat IPA oleh karena itu isi dalam blog ini perlu dibaca dan dipahami supaya kita mengetahui lebih jelas tentang hakekat IPA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi pada kenyataan yang kita temukan banyak orang yang tidak mengerti mengenai hakekat ipa. meskipun terkadang kita telah membacanya namun terkadang sulit untuk mengerti dan mengapresiasikan dalam kehidupan nyata? lalu bagaimana cara yang sebenarnya agar kita lebih mudah memahami?

      Hapus
  6. sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan siswa memang sulit dalam mempelajari IPA. mungkin dengan memilah dan menggunakan model pembelajaran yang tepat, dapat menggugah minat siswa untuk mempelajari dan bersemangat dalam memahami pelajaran IPA

    BalasHapus
  7. menurut pendapat saya, cara mengajarkan IPA harus melalui aktivitas pengamatan terlebih dahulu, sehingga siswa sendiri yang mengorganisasikan pengetahuannya menjadi pola pikir yang bermakna dengan bantuan guru. Bantuan lainnya, guru dapat mengarahkan siswa cara membuat data dalam berbagai bentuk, menafsirkan data yang ada, menganalisis, dan cara menyimpulkan. Cara guru membimbing sebaiknya dalam bentuk pertanyaan, bukan pernyataan.
    JD Bernal menyarankan untuk dapat memahami IPA haruslah melalui pemahaman dari 5 aspek yaitu IPA dapat dipandang:(1) sebagai suatu institusi, (2) sebagai suatu metode, (3) sebagai suatu kumpulan pengetahuan, (4) sebagai suatu faktor utama dalam memelihara dan mengembangkan produksi, dan (5) sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap manusia terhadap alam semesta dan manusia.

    BalasHapus